Sistem › Bagian II · Substrat nilai dan pengukurannya
Pengukuran, disiplin penyangga beban
Pengukuran adalah tempat doktrin ini hidup atau mati, dan ia sengaja dibuat rendah hati. Dua hal dipisahkan secara tegas. Efek diukur: apa yang sebenarnya dilakukan oleh suatu kebaikan atau kerugian yang ditetapkan adalah fakta objektif yang dapat dihitung begitu kesatuan politik menamainya. Bobot dipilih lewat suara: seberapa besar setiap sumbu diperhitungkan adalah pilihan demokratis, diakui sebagai politis, tidak pernah didandani sebagai sains. Kardinalitas berada pada efek yang diukur; agregasi berada pada suara.
Setiap pembacaan bersifat bergerbang keyakinan, sensor memancarkan sebuah nilai dan sebuah keyakinan, lalu menskalakan koreksinya menurut yang kedua; ketidakpastian radikal berarti bobot bukti yang tipis, bukan probabilitas yang rendah, dan negara menolak bertindak atas angka-angka yang meyakinkan namun bertumpu pada kehampaan. Sebuah lapisan indikasi yang besar (statistik yang memberi tahu pilihan pribadi) berada di atas lapisan pungutan yang kecil (koreksi yang digerbangi oleh penetapan demokratis dan efek yang terukur, tidak pernah harga yang sudah ada sebelumnya). Dan kategori-kategori itu sendiri diaudit: pelurusan nama menjaga setiap definisi, rente, kerugian, batas bawah, tak layak, tetap terpaut pada kebenaran hal-hal, karena bingkai-nilai yang nama-namanya menyimpang berakhir pada publik yang tak lagi dapat membedakan apa yang akan diganjar atau dipaksakan oleh negara.
Apa maknanya
Pengukuran adalah langkah paling cermat dari doktrin ini, dan ia berporos pada satu pemisahan. Ambil sebuah pungutan karbon. Besarannya bersandar pada fakta-fakta terukur, ton yang diemisikan, kerusakan yang ditimbulkannya, yang objektif begitu polity telah menetapkan karbon sebagai bahaya. Namun seberapa besar sumbu ekologis diperhitungkan terhadap sumbu ekonomi bukanlah fakta; ia adalah nilai, dan ia dipungut suaranya, tidak pernah diturunkan dari sebuah rumus. Efek diukur; bobot dipungut suaranya. Contoh kedua, penggerbangan-keyakinan: sinyal awal yang goyah hanya memperoleh dorongan kecil yang dapat dibalik, sedangkan sinyal yang kokoh memperoleh koreksi yang tegas; sensor memancarkan sebuah nilai dan sebuah keyakinan lalu menyelaraskan tindakannya menurut yang kedua. Contoh ketiga, pembetulan nama: jika "perumahan terjangkau" didefinisikan cukup longgar hingga menghitung unit-unit mewah, setiap kebijakan turunan akan salah tembak; menjaga kategori itu tetap jujur adalah tindakan tata kelola tersendiri.
Mengapa Aksiakrasi membutuhkannya
Pengukuran adalah tempat sebuah negara yang memerintah dengan nilai entah tetap jujur atau merosot menjadi tirani metrik, hukum Goodhart, bahwa suatu ukuran yang dioptimalkan berhenti mengukur. § ini ada untuk membatasi sensor: untuk menghentikannya memalsukan suatu ilmu tentang Kebaikan (ia hanya membaca efek), untuk menghentikannya bertindak atas derau (gerbang keyakinan), dan untuk menjaga kategori-kategorinya tetap tertambat pada realitas. Inilah disiplin yang membuat kekuasaan-melalui-pengukuran dapat bertahan.
Dibandingkan dengan pendekatan lain
Melawan optimalisasi teknokratis, yang mengaku menghitung kesejahteraan dan mengemudi menujunya, sasaran kritik kalkulasi milik Mises, di sini dijawab alih-alih dihindari (Mises). Melawan mayoritarianisme murni, yang akan memungut suara atas fakta sebagaimana atas nilai. Musuh bernamanya adalah hukum Goodhart / Campbell. Disiplin pembetulan-nama adalah milik Konfusius, dijadikan sebuah jabatan tetap (Confucius), dan dipertajam oleh uraian Marx tentang bagaimana definisi-nilai merosot menjadi apologetika (Marx). Siapa yang melakukan pemungutan suara adalah pertanyaan berikutnya, §8.